Jumat, 24 Februari 2012

Sehat bersama beringin

Beringin yang rindang, yang kokoh, ternyata bukan hanya pelindung dari terik dan hujan. Tentu ini beringin sungguhan, bukan beringin lambang partai itu. Daun pohon ini ampuh untuk mengobati berbagai penyakit, dari bisul sampai  radang usus, dari amandel sampai bronkitis. Ajaib ya?
Cara pemakaian: akar udara beringin kering sebanyak 15 - 30 g atau daun beringin kering sebanyak 50 - 120 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun beringin direbus lalu airnya selagi hangat digunakan untuk mandi.
Contoh pemakaian: Kejang panas pada anak: Ambil 100 g daun beringin segar, dicuci lalu direbus dengan 5 Lt air selama 25 rnenit. Air rebusan ini selagi hangat digunakan untuk memandikan anak yang sakit.
Radang usus akut dan disentri, ambil daun beringin segar sebanyak  500 g. Kemudian dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
Radang amandel, ambil akar udara beringin sebanyak 180 g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan 1 gelas cuka. Setelah dingin digunakan  untuk kumur-kumur (gargle). Lakukan beberapa kali sehari.
Bronkitis kronis, ambil 75 g daun beringin segar dan 18 g kulit jeruk mandarin, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai  tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk. 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan malam hari. Lakukan selama 10 hari.

Sumber : Suaramerdeka.com

Jumat, 23 Desember 2011

Labu, pelancar ASI

LABU, nan gua zi  (biji melon selatan) juga disebut  jin gua mi  (biji melon emas) atau nan gua ren (benih biji melon selatan). Pohonnya bersifat tahunan dan merambat. Buahnya berbentuk bola gepeng dengan diameter 200-800 mm, ukuran dan penampilannya sangat beragam. Permukaan luarnya kuning keemasan atau kuning tua.
Daging buahnya agak manis, di tengahnya terdapat bagian agar berair yang mengandung biji-biji. Biji-biji ini bentuknya tipis dan seperti telur yang gepeng dengan panjang sekitar 20 mm dan berwarna kuning pucat. Sedangkan inti bijinya berwarna krim atau putih, berbau harum dan rasanya agak manis dengan sifat hangat.
Bijinya berkhasiat menghilangkan parasit dalam tubuh dan memperkuat usus. Biji-bijinya mengandung protein, minyak, asam  amino, orease, enzim-enzim, vitamin b1, b2, C, karoten, dan lainnya
Kegunaan :
(1)      Cacing gelang, cacing pita. Ambil 60 gram biji-biji kering, buang cangkangnya dan tambahkan 30 gram gula pasir dan air secukupnya. Tumbuk hingga menjadi pasta dan makan pada saat perut  masih kosong. Lakukan sekali sehari selama 3 hari berturut-turut.
(2)      Batuk rejan pada anak kecil. Ambil beberapa butir biji dan sangrai sampai kulitnya mulai gosong kehitaman. Buang  cangkangnya dan tumbuk hingga halus. Ambil satu sampai satu setengah gram, campur dengan gula dan air, 3-4 kali sehari.
(3)      ASI tak lancar. Ambil 30 gram biji segar atau 18 gram biji kering. Buang cangkangnya dan tambah 30 gram gula pasir dan sedikit air masak. Tumbuk hingga menjadi pasta. Campur dengan air matang ketika diberikan pada penderita. Makan sedikit di pagi dan alam hari selama 3-5 hari
Hemoroid, pendarahan dan sakit. Ambil 1 kilogram biji segar atau setengah kilogram biji kering yang sudah dihancurkan. Beri air dan didihkan. Cuci bagian yang sakit setiap hari, 2-3 kali  selama 5-7 hari.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Mangga, peredam radang kulit

BUAH mangga atau pelem (Mangifera Indica) tergolong jenis buah-buahan yang sangat diakrabi masyarakat. Hal yang wajar, karena Indonesia termasuk negara yang memiliki beragam jenis mangga. Pohon mangga bisa mencapai ketinggian 5-10 meter. Buahnya, seperti diketahui berbentuk bulat telur dengan panjang 80-150 m dan diameter 50-90 mm.
Mangga yang masih mentah warnanya hijau tua atau hijau kekuningan. Biasanya buah mangga matang pada musim panas dan ditandai dengan warna kulitnya yang kekuningan. Daging buah mangga mengandung banyak air, berbau harum dan manis. Dalam penelitian yang dilakukan, mangga berkhasiat mengatur arus energi vital, meredakan batuk dan memperkuat limpa. Rasa daging bijinya manis agak pahit, sifatnya tidak panas maupun dingin. Daging biji ini dapat menggerakkan energi vital, membantu sirkulasi darah dan meredakan rasa sakit.
Buah mangga banyak mengandung karbohidrat, glukosa, mangiferin, minyak-minyak volatif, asam organik, vitamin A, B1, B2, C. Ekstrak buah mentah dan ekstrak kulit batang, batang dan daun memiliki khasiat antibiotic.
Di India, biji mangga juga dimanfaatkan sebagai pangan pada masa paceklik. Daun mudanya dimakan dan dimasak untuk sayuran. Bunga atau kulit kayu yang kering dan perebusan biji mangga digunakan sebagai obat pengelat (astringent) dalam pengobatan tradisional. Berikut ini  beberapa ramuan dari mangga untuk mengatasi beberapa penyakit
Untuk Peradangan kulit: Ambil 150 gram kulit buah mangga, lalu didihkan dalam air secukupnya. Gunakan air rebusan ini selagi hangat untuk mencuci bagian yang sakit 3 kali sehari. (Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengobati eksim)
Untuk mengatasi Asma: Ambil satu buah mangga segar. Buang bijinya. Setelah itu, makanlah mangga tadi sekaligus bersama kulitnya. Lakukan pengobatan 3 kali sehari, setiap hari. (Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengobati batuk.)
 Untuk mengatasi Busung air: Gunakan 15 gram kulit mangga dan 30 gram daging biji dari batu buah. Kukus dan berikan pada penderita. Lakukan pengobatan 1 kali sehari.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Pare untuk cacingan

Oseng-oseng pare, siapa yang tak suka? Rasa pahit pada sayuran satu ini memang unik, memancing selera. Tapi, selain nikmat, pare ternyata kaya khasiat. Dengan dijadikan ramuan, pare dapat menyembuhkan sariawan, panas dalam, diabetes, disentri, cacingan, bahkan untuk menyuburkan rambut.
Pare banyak terdapat di daerah tropika, tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung.
Tanaman setahun, merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua. Taju bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning.
Buah bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3  katup. Biji banyak, coklat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras. Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan, bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil-kecil dan rasanya pahit.
Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan. Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalab mentah atau setelah dikukus terlebih dahulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado-gado, dan sebagainya. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan biji.
Nama lokal: Paria, pare, pare pahit, pepareh (Jawa). Prieu, peria, foria, Pepare, kambeh, paria (Sumatera). Paya, paria, truwuk, Paita, paliak, pariak, pania, pepule (Nusa tenggara). Poya, Pudu, pentu, paria belenggede, palia (Sulawesi). Papariane, Pariane, papari, kakariano, taparipong, papariano, popare, pepare
CARA PEMAKAIAN: Haus karena panas dalam, demam, heat stroke. Satu buah pare mentah yang masih segar dicuci bersih, lalu dibelah. Buang isinya, potong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.
Diabetes. (a) 200 g buah pare segar dicuci bersih lalu diblender. Tambahkan air minum secukupnya, lalu diperas dengan sepotong kain sampai terkumpul sebanyak 50 ml (seperempat gelas). Perasan dihangatkan dengan api kecil selama 15-30 menit. Setelah dingin diminum, lakukan setiap hari.
(b) 200 g buah pare dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum, Lakukan setiap hari.
Disentri. Buah pare segar dicuci lalu dibelah, isinya dibuang. Parut atau dijuice, airnya diminum. Segera minum air  matang. Satu kali minum 200 cc.
Disentri amuba, diare. Ambil akar pare yang masih segar sebanyak 30 g. Dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan gula pasir secukupnya lalu diminum.
Cacingan pada anak. (a) Daun segar sebanyak 7 g, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus sebelum makan pagi.
b) Ambil dua sampai tiga biji pare. Giling sampai halus, aduk dengan sedikit air masak. Minum, disusul dengan minum air hangat. Ramuan ini untuk pengobatan infeksi cacing gelang.
Menyuburkan rambut yang tipis dan kemerahan. (a) Ambil segenggam daun pare, cuci bersih. Daun kemudian ditumbuk sampai seperti bubur, tambahkan air 3/4 gelas. Ramuan ini kemudian diembunkan semalaman. Pagi-pagi ramuan ini disaring, airnya dipakai untuk membasuh kulit kepala.
(b) Ambil daun pare yang masih segar secukupnya, lalu dicuci bersih. Daun pare tadi ditumbuk sampai halus, lalu diperas dengan  sepotong kain. Airnya dipakai untuk melumas kulit kepala. Lakukan  setiap hari. Ramuan ini terutama digunakan untuk bayi dan anak balita.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Prostat dan segigit apel

Anda takut kanker prostat? Bila ingin selamat, rajinlah menyantap buah apel dan buncis, yang mengandung senyawa aktif kuesertin. Anjuran ini berdasarkan riset ilmuwan di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, yang dimuat dalam jurnal Carcinogenesis.
Pada uji laboratorium, Nianzeng Xing, ahli kanker dari Departemen Urologi di Mayo Clinic, membuktikan bahwa kuesertin sanggup memblokir reseptor hormon pria (androgen). Reseptor ini bertugas mengaktifkan gen-gen yang mengatur produksi beragam hormon pada saluran prostat. Jumlah reseptor yang terlalu melimpah akan memacu sel-sel sehingga membiak tak terkendali dan mengakibatkan Kanker.
Jadi, "Reseptor androgen perlu diblokir untuk mencegah kanker prostat," kata Xing seperti dikutip Science News Magazine.
Sebetulnya, kuesertin sudah lama menjadi pokok penelitian, tapi baru kali ini riset difokuskan pada kanker prostat. Xing mengakui, masih diperlukan riset lebih mendalam untuk melacak cara kerja kuesertin. Namun, temuan Xing ini setidaknya membuka harapan baru bagi penderita kanker prostat. Berdasarkan data dari 13 fakultas kedokteran negeri sepanjang periode 1988-1990, di Indonesia, kanker prostat termasuk 10 penyakit ganas yang paling sering menyerang kaum pria.
Nah, sembari menunggu riset komplet, Xing menyarankan untuk memperkaya menu makanan dengan sumber kuesertin alami seperti apel, buncis, jeruk, teh, dan bawang merah.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Cukup sebatang pisang

Dulu, apel sering di klaim sebagai  buah obat. Sebuah apel sehari, akan menjauhkan Anda dari dokter selama tiga puluh hari. Tapi, belakangan muncul pesaing apel. Pisang, diyakini lebih berkhasiat dari apel. Pasalnya, buah ini juga mengandung potasium dan sodium dalam kadar pas yang bagus untuk kesehatan organ tubuh.
Banyak lembaga yang merekomendasikan pisang ini sebagai pelengkap menu. Terakhir, Food and Drug Administration --Badan POM-nya Amerika  Serikat-- menyebut pisang adalah sumber potasium dan mengandung sodium rendah yang ampuh mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan stroke. Pisang diklaim mengandung 350 mg potasium dan 140 mg sodium rendah per buah ukuran sedang. Pisang juga rendah lemak, saturated fat, dan kolesterol.
''Padanan yang pas untuk diet sehat jantung dan tekanan darah tinggi,'' tulis sebuah laporan FDA baru-baru ini.
Sodium adalah sumber gizi yang esensial. Sodium ditemukan hampir di jaringan ekstraseluler di dalam tubuh dan terlibat dalam reaksi psikologikal tubuh. Seseorang mereduksi garam (sodium klorida) antara lain melalui keringat untuk melawan tingginya tekanan darah.
Tingginya sodium memang berdampak pada tekanan darah tinggi. Selain itu, juga berimbas pada kesehatan jantung dan serangan stroke. Sodium yang dianjurkan perhari - sesuai stAndar - adalah 500 mg perhari sampai batas maksimal 2.400 mg.
Potasium ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh, dalam bentuk elektrolit yang seimbang. Potasium sangat berperan dalam aktifitas otot jantung dan ditemukan hampir di seluruh proses metabolisme. Percobaan pada binatang membuktikan indikasi resiko stroke berakibat kematian berkaitan dengan rendahnya potassium ini. Semakin tinggi kadar potasium, maka resiko terkena serangan jantung dan stroke semakin rendah.
Kementerian Kesehatan Amerika Serikat merekomendasikan 3,5 gram potassium perhari guna mereduksi resiko serangan stroke ini. Ia menganjurkan pisang dikonsumsi paling tidak sebuah per hari, terutama bagi manula dari segala ras.
Wah, murah betul untuk sehat, ya?

Sumber : www.suaramerdeka.com

Sirih pun luruhkan sifilis

Sirih selama ini hanya "dimitoskan" sebagai pembersih vagina, untuk mengobati keputihan. Padahal, daun yang rasanya kelat ini juga mampu mengobati diare, memperlancar ASI, batuk, bronkhitis, alergi, gigi berlubang, bahkan sampai sifilis. Khasiat yang luar biasa kan?
Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan 'nginang' (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk <I>nginang</I> tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga.
Selain di kenal sebagai dun sirih, tanaman ini pun dinamai betel (Perancis), Betel, Betelhe, Vitele (Portugal); Suruh, Sedah (Jawa), Seureuh (Sunda); Ju jiang (China).
Berikut beberapa khasiatnya : Mengurangi produk ASI yang berlebihan, Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya. Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api. Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di seputar buah dada.
Keputihan. Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.
Sakit Jantung. Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, 1 sendok jintan putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian diperas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur.
Sifilis. Bahan : 25 - 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus
Alergi/biduren. Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.
Diare. Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut.
Menghentikan pendarahan gusi.</B> Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.
Mimisen. Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit supaya keluar minyaknya. Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang berdarah/mimisen.

Sumber : www.suaramerdeka.com